KOTA BEKASI - Hujan lebat yang mengguyur Kota Bekasi sejak Sabtu (17/1/2026) membuat Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau tinggi muka air di Pintu Air Prisdo, Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur, Minggu malam.
Pintu Air Prisdo selama ini menjadi salah satu titik pantau utama aliran air menuju wilayah pusat kota. Tri datang didampingi sejumlah pejabat teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk memastikan kondisi debit air tetap dalam batas aman.
“Pintu air ini menjadi indikator penting. Kalau debitnya naik signifikan, dampaknya bisa langsung dirasakan di wilayah hilir,” kata Tri di lokasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan muka air di Prisdo kerap menjadi alarm dini potensi banjir di sejumlah kawasan. Jika debit melampaui ambang batas, genangan dapat meluas ke ruas-ruas jalan strategis seperti Jalan Agus Salim, Veteran, hingga kawasan Kayuringin.
Tri menyebut, Kota Bekasi saat ini tengah menghadapi pola cuaca ekstrem. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami minta seluruh warga, terutama di wilayah rawan genangan, meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Selain memantau pintu air, Tri menginstruksikan DBMSDA untuk melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan banjir. Beberapa wilayah seperti Pekayon, Duren Jaya, dan Mustikajaya tercatat berulang kali mengalami genangan akibat sedimentasi dan saluran drainase yang tersumbat.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan langkah antisipasi terus dilakukan, mulai dari pengawasan debit air, pembersihan saluran, hingga kesiapsiagaan petugas di lapangan, guna meminimalisasi dampak banjir selama musim hujan.
(Ndoet)
Pemkot Bekasi Pintu Air Prosdo Wali Kota Bekasi