a4dca1350d4b3bd27570af25fb39935d
By: Admin 28-07-2026
Sejarah Bekasi Utara

Kecamatan Bekasi Utara lahir dari sejarah pemekaran wilayah dan pembentukan kota administratif, yaitu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, peresmian Kota Administratif Bekasi pada 20 April 1982, serta peningkatan status menjadi Kotamadya pada tahun 1996.

Pembentukan Wilayah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, wilayah Kecamatan Bekasi yang amat luas dan berkembang pesat dimekarkan menjadi empat wilayah pembantu, yaitu Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, dan Bekasi Timur.Keempat wilayah kecamatan awal tersebut bersama sebagian wilayah Tambun resmi menjadi bagian dari Kota Administratif Bekasi yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada 20 April 1982 di bawah Kabupaten Bekasi. Era Kotamadya dan Perkembangan ModernPada 10 Maret 1997 (ditetapkan sebagai hari jadi resmi), statusnya naik menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi lewat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996, memisahkan diri sepenuhnya dari Kabupaten Bekasi.Wilayah-wilayah di dalamnya seperti Kelurahan Perwira, Harapan Jaya, dan Teluk Pucung terus dimekarkan dari desa-desa lama seiring lonjakan jumlah penduduk.Berdasarkan data kependudukan modern, Bekasi Utara tumbuh menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Pemerintah Kota Bekasi.

Asal-usul nama kelurahan di Bekasi Utara berakar dari peristiwa sejarah perjuangan kemerdekaan, kondisi alam masa lalu, serta doa/harapan masyarakat saat pemekaran wilayah dilakukan.Berikut adalah rincian asal-usul nama kelurahan :

1. Kelurahan Perwira Nama Perwira diambil sebagai simbol pangkat dan kepemimpinan para tokoh pejuang kemerdekaan.Sejarah Perjuangan: Pada masa agresi militer Belanda, wilayah utara Bekasi menjadi basis perlawanan Laskar Hizbullah yang dipimpin oleh pahlawan nasional, KH. Noer Ali.Komando Perwira: Pasukan pejuang mendirikan markas/posko komando di wilayah ini. Karena banyak komandan atau pejuang yang berpangkat perwira berkumpul di sana, para tokoh masyarakat bersepakat menamakannya Desa Perwira saat dimekarkan menjadi desa mandiri pada tahun 1947. Kawasan ini juga sering disebut Bulak Perwira karena dahulu berupa tanah terbuka luas (bulak).

2. Kelurahan Kaliabang Tengah Nama Kaliabang memiliki latar belakang sejarah yang tragis sekaligus heroik dari masa revolusi fisik melawan penjajah Belanda.Kalikulon yang Memerah: Dahulu, aliran sungai di wilayah ini bernama Kalikulon dan berair jernih. Ketika terjadi pertempuran sengit, para pejuang Bekasi menyerang tentara Belanda hingga ke tengah sungai namun terjebak taktik musuh.Sungai Merah (Abang): Banyak pejuang yang gugur tertembak di tengah sungai, membuat airnya berubah warna menjadi merah karena darah. Dalam bahasa Jawa/Betawi, merah disebut abang. Sejak peristiwa itulah masyarakat menyebut wilayah tersebut Kaliabang. Kata "Tengah" disematkan menyusul pemekaran wilayah administratif.

3. Kelurahan Teluk Pucung Nama Teluk Pucung murni berasal dari topografi alam dan jenis tanaman yang mendominasi kawasan tersebut sebelum menjadi pemukiman.Kondisi Geografis: Wilayah ini berada di sebelah timur Kali Bekasi. Dahulu kala, daratannya memiliki lekukan berbentuk teluk atau pesisir sungai.Pohon Pucung: Lahan kosong di sekitar teluk tersebut banyak ditumbuhi oleh tanaman/pohon Pucung (pohon penghasil buah kluwek untuk bumbu rawon). Kombinasi inilah yang membuat tetua kampung menamainya Teluk Pucung. Kelurahan ini resmi mandiri setelah dimekarkan dari Desa Perwira sekitar tahun 1980.

4. Kelurahan Marga Mulya Nama Marga Mulya berasal dari penggabungan dua kata sanksakrta/bahasa Jawa, yaitu Marga (jalan, kelompok, atau keturunan) dan Mulya/Mulia (luhur, terhormat, atau berkedudukan tinggi).Arti Filosofis: Nama ini bermakna "Jalan menuju kemuliaan" atau "Kelompok masyarakat yang mulia". Pemberian nama toponimi dengan unsur "Mulya" sangat umum di Bekasi (seperti Jakamulya atau Kayuringin Jaya) sebagai bentuk doa agar wilayah administratif baru tersebut membawa kesejahteraan dan martabat tinggi bagi warganya. Dahulu, Marga Mulya merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Bekasi Selatan sebelum dialihkan ke Bekasi Utara.

5. Kelurahan Harapan Jaya & Harapan Baru Kedua kelurahan ini dibentuk seiring dengan program pemekaran wilayah dan pembangunan kawasan hunian berskala besar di Bekasi Utara sekitar tahun 1980-an.Harapan Jaya: Mengandung makna filosofis "Harapan untuk selalu berjaya". Nama ini dipilih oleh para tokoh daerah sebagai representasi optimisme dan cita-cita agar kawasan pemukiman baru tersebut tumbuh menjadi pusat kemajuan ekonomi masyarakat.Harapan Baru: Dibentuk bersamaan dengan Teluk Pucung saat memisahkan diri dari Desa Perwira. Nama ini secara harfiah melambangkan "Fajar atau asa yang baru" bagi penataan wilayah Bekasi yang kala itu mulai bertransformasi dari daerah agraris (persawahan) menjadi kota administratif modern.

Sumber : wikipedia
Tags : sejarah bekasi utara profil kecamatan asal usul kotabekasi